Cara Menghitung Usia Kehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan – Mengetahui usia kehamilan adalah hal penting yang harus anda ketahui, tapi kebanyakan ada yang belum mengetahui bagaimana cara menghitung usia kehamilan. Padahal akan lebih baik jika seorang Ibu bisa mengetahui masa usia kehamilannya supaya tahu perkembangan dan pertumbuhan janin tersebut.

Kebutuhan apa saja yang harus dipersiapkan dan diperlukan oleh janinnya  dan hal-hal yang seharusnya boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama usia kehamilan itu. Selain dengan mengetahui usia kehamilan, anda juga akan mengetahui kapan jadwal harus periksa ke dokter atau ke bidan, supaya kehamilan anda selalu terjaga kesehatannya dan menghasilkan buah hati yang sangat berkualitas saat kelahirannya.

Kebanyakan jaman sekarang Ibu hamil masih sering mengandalkan bidan dan dokter yang memang diharuskan supaya mengetahui ketepatan usia kehamilan. Selain hal tersebut, biasanya Ibu hamil juga melakukan USG supaya tahu usia kehamilan, perkembangan dan pertumbuhan janin. USG memiliki tingkat akurasinya yang lebih tinggi dengan mengukur ukuran tengkorak, ukuran jantung, panjang janin, ginjal, dll. Tapi tidak ada salahnya Ibu hamil mengetahui cara menghitung usia kehamilan yang bisa dilakukan sendiri. Ada beberapa cara yang dilakukan Ibu hamil supaya bisa mengetahui cara menghitung usia kehamilan yang mempunyai tingkat akurasi yang baik, yaitu berdasar pada:

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan

  • HPHT – Haid Pertama Haid Terakhir

Cara menghitung usia kehamilan ini hanya bisa dilakukan oleh Ibu hamil yang memiliki siklus haid yang normal dan teratur (20- 30hari). Dan untuk penafsiran usia kehamilan berdasarkan HPHT ini dapat menggunakan rumus Neagele, karena selain bisa untuk menghitung usia kehamilan, rumus Neagele ini juga bisa digunakan untuk menghitung kapan hari perkiraan lahir (HPL) bayi tersebut. (Baca: Cara Mengatasi Bayi Cegukan)Penggunaan rumuus ini adalah dengan cara menambahkan 7 pada tanggal pertama dari haid terakhir anda, kemudian mengurangi bulan dengan 3 dan selanjutnya menambahkan 1 pada tahunnya, sedangkan untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3. Contoh Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya di tambahkan 9. Tetapi tahunnya tetap tidak ditambah dan tidak dikurangi.

contoh:
Jika HPHT anda adalah 17 des 2007, maka :
17 -12 – 07
+     –    +
7     3    1
24 – 9 –  08 (ini adalah tanggal HPL)

Disitu anda bisa mengetahui HPL anda 24 des 08, dan untuk usia kehamilan bisa dihitung dengan  setia tanggal 24, jadi pada tanggal 12 januari 07 usia kehamilan anda menginjak 1 bulan, 17 feb 2 bulan dan begitu seterusnya. Dan untuk hari perkiraan lahir (HPL) anda sebaiknya menambahkan tenggang waktu lebih atau kurang dari 7 hari.

  • Tinggi Puncak Rahim

Tinggi puncak rim adalah cara menghitung usia kehamilan dengan cara meraba puncak rahim yang menonjol pada dinding perut, perhitungannya dimulai dari tulang kemaluan sampai puncak rahim. Misalkan, jika jarak antara tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 16cm, maka kehamilan anda berusia 16cm. Perhitungan ini bisa menggunakan jari tangan, setiap kenaikkan 2 jari tangan maka usia kehamilan menunjukkan bertambah 2minggu. Apabila puncak rahim sudah berada di atas pusar, kenaikkan jari menunjukkan pertambahan usia bayi sudah 4 minggu. Tapi menghitung usia kehamilan dengan cara seperti ini sudah sangat jarang dilakukan. Setelah kedua cara di atas ada 2 cara  lagi yang bisa dilakukan untuk mengetahui usia kehamilan yaitu dengan cara mendeteksi denyut jantung janin pertama kali dan dengan mendeteksi gerakan janin pertama kali. Tapi 2 cara tersebut tingkat akurasinya sangat kurang. karena denyut jantung janin dan gerakan janin yang pertama kali masih sangat lemah, sehingga sulit untuk mendeteksinya. (Baca : Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Muda)

Sekian artikel kami tentang cara menghitung usia kehamilan, semoga bermanfaat bagi pembacanya. terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *